DPO KASUS PUNGLI PEMBERIAN VAKSIN MININGITIS KEPADA CALON JAMAAH UMROH PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II PEKANBARU DITANGKAP

PEKANBARU—HUMAS Pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2018 sekitar pukul 09.45 wib bertempat di Lapas Wanita Kelas II A Pekanbaru telah dieksekusi Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana Tindak Pidana Korupsi atas nama Drg. MD. Drg. MD diamankan oleh tim Intelijen Kejati Sumut di sebuah toko ulos yang berada di Kabupaten Tarutung Sumatera Utara pada hari Jumat tanggal 27 Juli 2018 sekitar pukul 13.30 WIB dan dibawa ke Kejaksaan Tinggi Riau keesokan harinya pukul 07.35 WIB.

Drg. MD terlibat dalam perkara Tindak Pidana Korupsi pemungutan biaya pemberian vaksin meningitis kepada Calon Jama’ah Umroh pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru Tahun 2011 s/d 2012 yang melanggar Pasal 12 Huruf e UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, dimana ketika akan dilakukan eksekusi terhadap terpidana Drg. MD, yang bersangkutan tidak diketahui keberadaanya, hingga Kejaksaan Negeri Pekanbaru menerbitkan Surat Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru Nomor:B-05/N.4.10/Fs.1/01/2018 tanggal 02 Januari 2018 perihal Mohon Bantuan Meneruskan data DPO Terpidana dan Tersangka Korupsi Kejaksaan Negeri Pekanbaru kepada Monitoring Center Kejaksaan Agung R.I.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Riau, Sumurung Pandapotan Simaremare saat diwawancarai tim Website Kejati Riau menyatakan bahwa jika Tim Intelijen Kejati Riau berkomitmen untuk menuntaskan tunggakan itu hingga akhir tahun ini. “Target tetap nol, ini bentuk keseriusan kita melacak DPO. Akan kita cari mereka, jadi tidak ada tempat bagi mereka untuk bersembunyi,” sebutnya. Buronan itu sudah masuk ke dalam list Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan. Seluruh kejaksaan tinggi maupun kejaksaan negeri di Indonesia telah memegang list DPO tersebut.

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "DPO KASUS PUNGLI PEMBERIAN VAKSIN MININGITIS KEPADA CALON JAMAAH UMROH PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II PEKANBARU DITANGKAP"